Kami baru baru ini merubah alamat situs yang biasanya bisa diakses di www.sdn-ciawitali.blogspot.com sekarang berubah menjadi www.sdncwt.co.nr lebih singkat dan mudah. Mari Bapak/Ibu silahkan gunakan alamat situs Kami yang baru kapanpun dimanapun berada. Terima kasih atas perhatiannya kami ucapkan. Kalau ada kritik dan saran silahkan di komentari insya Allah kami akan menanggapi.
Tuesday, 23 July 2013
Sunday, 16 June 2013
Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap peserta didik tersebut telah tuntas atau menguasai kompetensi yang dipelajari. Sebaliknya jika ditemukan peserta didik mendapat nilai di bawah KKM berarti perlu adanya perbaikan.
Dalam menentukan KKM mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya: tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Sekolah diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas. Selain itu, tentukan kemampuan atau nilai untuk setiap aspek (komponen) KKM, sesuaikan dengan kemampuan sebenarnya.
a. Aspek Kompleksitas
Semakin komplek (sulit) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari indikator atau tujuan pembelajaran dari kompetensi tersebut.
b. Aspek Sumber Daya Pendukung
Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi, sebaliknya jika sumber daya pendukung seperti sarana dan prasarana tidak mendukung nilainya semakin rendah
c. Aspek intake
Intake adalah kemampuan awal peserta didik, bisa dilihat dari hasil sebelumnya atau pre test. Semakin tinggi rata-rata kemampuan awal peserta didik maka nilainya semakin tinggi.
Nilai KKM setiap KD diperoleh dari rata-rata nilai ketiga aspek di atas. Misalnya sebuah KD ditentukan nila kompleksitasnya 70, sumber daya pendukung 60, dan intakenya 80 maka nilai KKM dari KD tersebut adalah 70 [(70+60+80)/3=70]. Sedangkan untuk menentukan KKM mata pelajaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh KKM KD, lalu dibagi dengan jumlah KD (rata-ratanya).
KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi peserta didik. Begitu pun juga dengan setiap kelas, tidak sama dan ditentukan oleh masing-masing guru kelas.
Thursday, 6 June 2013
Agar Ponsel dan Tablet Tak Mengganggu Jam Tidur
Jakarta, Banyak pakar yang menyalahkan penggunaan ponsel dan tablet menjelang tidur sebagai salah satu penyebab insomnia atau kualitas tidur yang buruk. Tapi sebuah studi baru justru mengatakan gadget takkan mengganggu tidur jika memenuhi kriteria tertentu. Apa sajakah itu?
Peneliti menyatakan sah-sah saja mengecek email, browsing atau main Twitter lewat ponsel atau tablet asalkan tingkat kecerahan (brightness) dari layarnya diturunkan dan gadgetnya diletakkan dengan jarak minimal 12 inch dari wajah.
"Di masa lalu, orang-orang suka membaca buku sebelum tidur. Tapi belakangan orang-orang jadi cenderung menggunakan tablet untuk membaca buku digital, surat kabar, maupun sekadar browsing," terang peneliti Dr Lois Krahn, seorang psikiater dari Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona, AS.
"Bedanya, sekarang masalahnya adalah perangkat ini bisa menyala. Hal ini menimbulkan pertanyaan sebenarnya seberapa problematiskah sumber cahaya dari perangkat mobile itu?" lanjutnya.
Untuk membuktikannya, peneliti menyelidiki bagaimana tinggi rendahnya cahaya yang terpancar dari perangkat mobile dengan jarak yang berbeda-beda dari wajah pengguna dibandingkan dengan ambang batas cahaya yang dapat menekan sekresi melatonin yaitu sebesar 30 lux.
Di ruangan yang gelap, peneliti menggunakan meteran cahaya yang sensitif dan dapat mengukur cahaya dari dua tablet Apple dan sebuah ponsel pintar: iPad-1, iPad-3 dengan retina display, dan iPhone-4. Cahaya yang dipancarkan diukur mulai dari 0 inch hingga 14 inch dari wajah pengguna.
Hasilnya, ketika tingkat kecerahannya diturunkan hingga minimal, LED dari ketiga perangkat tersebut memancarkan cahaya dengan ukuran di bawah 30 lux.
"Kami menemukan hanya dengan setting cahaya tertinggi dan melebihi ambang batas pancarannyalah yang dapat mempengaruhi kadar melatonin seseorang. Tapi jika di-setting menjadi sedang atau rendah, maka tak masalah jika digunakan sebelum tidur," kata Dr. Krahn seperti dilansir Daily Mail, Kamis (6/6/2013).
Secara rinci, peneliti juga memaparkan bahwa dengan setting tingkat kecerahan terendah dan diletakkan persis di depan wajah pengguna maka backlight dari iPhone-4 hanya sebesar 2 lux, iPad-1 11 lux dan iPad-3 2 lux.
Namun jika diletakkan dengan jarak 14 inch dari wajah pengguna, seluruh perangkat memiliki tingkat pancaran cahaya antara 0-3 lux dengan setting tingkat kecerahan terendah.
Sebaliknya, pada setting tingkat kecerahan tertinggi yang diukur dengan jarak yang sama dari wajah pengguna, iPhone-4 diketahui dapat memancarkan cahaya sebesar 275 lux, iPad-1 124 lux dan iPad-3 248 lux. Jelas-jelas ketiganya melampaui ambang batas pancaran cahaya yang dapat mengganggu produksi melatonin dalam tubuh.
Kendati begitu pula jika jaraknya dari wajah pengguna dijauhkan menjadi 14 inch meski setting tingkat kecerahannya tertinggi, iPhone-4 memancarkan cahaya sebesar 8 lux dan iPad-1 sebesar 21 lux. Hanya iPad-3 yang diketahui memancarkan cahaya melebihi ambang batas yaitu 32 lux.
Untuk itu, peneliti menyarankan jika Anda terpaksa harus menggunakan ponsel pintar atau tablet menjelang tidur, sebaiknya Anda mengatur tingkat kecerahan cahaya layarnya menjadi yang paling rendah atau peganglah gadget tersebut dengan jarak sedikitnya satu kaki dari wajah agar cahayanya tak mengganggu pola tidur Anda.
"Tapi jika Anda memiliki perangkat mobile dengan backlight yang kuat, seperti halnya iPad-3, lebih baik lakukan keduanya," tutup peneliti.
Wednesday, 29 May 2013
Cara mengunduh file di Tab DOWNLOAD
Selamat malam... Baik pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cara untuk mendownload file yang ada di blog ini, karena beberapa file yang ada diblog ini menggunakan 4shared. dengan 4shared tentunya ketika kita akan medownload kita akan disuruh untuk login dulu... Nah namun kali ini tidak lagi pakai login segala cuma kita masuk dulu ke alamat www.4server.info kemudian kopi pastekan link yang akan di download didalam kotak yang terlihat seperti gambar berikut
kemudian generate link nah tinggal tunggu sampai otomatis mendownload.. demikian postingan kali ini. mudah mudahan bermanfaat..
kemudian generate link nah tinggal tunggu sampai otomatis mendownload.. demikian postingan kali ini. mudah mudahan bermanfaat..
Saturday, 25 May 2013
Pentingnya pendidikan untuk anak usia dini
22:54
No comments
Pendidikan Disiplin untuk Anak Usia Dini Kedisplinan anak adalah
memberikan pengertian akan mana yang baik dan yang buruk. Perlu
ditanamkan pada anak bahwa berbuat kesalahan tentu mengandung sejumlah
konsekuensi, untuk itulah fungsi hukuman dalam pendidikan anak.
Memberikan hukuman pada anak yang benar seharusnya tetap berlandaskan kasih sayang, dan tidak sampai menggunakan kekerasan fisik.
Cara efektif memberikan pendidikandisiplin pada anak.
Cara yang benar dalam pemberian hadiah kepada anak:
Hukuman yang baik,adalah:
Mengatasi perasaan emosi orang tua yang mengarah pada kekerasan.
Kesimpulan
Dalam memberikan pendidikan dispilin terhadap anak tidak harus sampai menggunakan kekerasan, karena tanpa disadari bukan kedisplinan yang diajarkan melainkan pendidikan kekerasan yang akan diingat anak dan ditirunya di masa berikutnya. Untuk mendisiplinkan anak, hukuman-hukuman juga bisa diterapkan dalam mendidik kedisplinanan. Tapi yang perlu di ingat tak semua hukuman bisa dipakai, hukuman pun sesungguhnya memiliki aturan dan prinsip dalam pemakainnya agar hukuman tak menjurus kearah kekerasan baik fisik maupun psikis.
Sumber
Memberikan hukuman pada anak yang benar seharusnya tetap berlandaskan kasih sayang, dan tidak sampai menggunakan kekerasan fisik.
Cara efektif memberikan pendidikandisiplin pada anak.
- Arahan dan nasihat
- Dialog hati
- Memberi contoh
- Limpahi dengan hadiah atas prestasinya
- Hukuman dengan kasih sayang.
- Kata-kata bijak
Cara yang benar dalam pemberian hadiah kepada anak:
- Orang tua jangan membuat target untuk nilai prestasi anak disekolah.
- Tidak memberikan hadiah kepada anak agar patuh kepada orang tua.
- Berikan hadiah yang menjadi kebutuhan utama terutama yang mendukung kegiatan belajar.
- Tidak memberikan hadiah diluar batas kemampuan.
- Jangan sampai menjadikan hadiah sebagai janji.
- Prinsip penting dalam menyayangidengan hukuman antara lain:
- Menghukum sesuai tahapan usia anak
- Menghukum sesuai bobot kesalahan.
- Tidak menghukum karena kesalahan oranglain
- Aturan hukum diterangkan pada anak
- Menghukum tidak depan orang lain.
Hukuman yang baik,adalah:
- Hukuman yang mengandung nilai kasih dan membuat anak tahu dimana letak kesalahannya.
- Ajari mengucapkan kata ”maaf” ketika salah dan ”terima kasih” ketika ada yang meminta maaf.
- Kesabaran dan ketelatenan untuk terus dan terus melakukan pengertian.
- Berikan Pujian dari setiap hukuman.
Mengatasi perasaan emosi orang tua yang mengarah pada kekerasan.
- Kenali kegusaran anda.
- Berikan suatu pembenaran untuk marah. Ubah arah kemarahan anda pada hal selain anak,misalnya memencet boneka bebek karet dengan kuat.
- Salurkan kemarahan anda kearah positif..
- Cobalah merelaksasikan diri. Menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan.
- Lebih baik membawa kemarahan untuk tidur.
Kesimpulan
Dalam memberikan pendidikan dispilin terhadap anak tidak harus sampai menggunakan kekerasan, karena tanpa disadari bukan kedisplinan yang diajarkan melainkan pendidikan kekerasan yang akan diingat anak dan ditirunya di masa berikutnya. Untuk mendisiplinkan anak, hukuman-hukuman juga bisa diterapkan dalam mendidik kedisplinanan. Tapi yang perlu di ingat tak semua hukuman bisa dipakai, hukuman pun sesungguhnya memiliki aturan dan prinsip dalam pemakainnya agar hukuman tak menjurus kearah kekerasan baik fisik maupun psikis.
Sumber

















